Negara Yang Akui Gender Ketiga

Negara Yang Akui Gender Ketiga

daftarnegaradidunia.web.id Sudah sangat chaos nampaknya dunia ini,bahkan gender yang kita hafalkan hanya dua saja kini sudah bertambah satu. Malahan kebanyakan dari Asia. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Negara Yang Akui Gender Ketiga. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Negara Yang Akui Gender Ketiga

1. Nepal jadi negara di urutan awal yang mengakui hak-hak transgender di mata hukum
Nepal pasti bukan negara pertama kali terlintas dalam pikiranmu ketika membahas persamaan hak-hak dasar LGBT, khususnya transgender. Tapi nyatanya, Nepal adalah salah satu negara paling awal yang mulai membahas pengakuan di tataran hukum. Pada tahun 2007, pengadilan tertinggi Nepal mengakui hak individu untuk mengindentifikasi gendernya berdasarkan perasaan atau keinginan pribadi tanpa harus membatasi diri hanya sebagai pria atau wanita. Sejak saat itu, gender ketiga di Nepal sudah berhasil diakui lewat dokumen-dokumen resmi sampai kamar mandi umum. Pada tahun 2015, Monica Shahi jadi transgender pertama yang berhasil memegang paspor resmi dengan gender ‘O’.

2. Di India, transgender atau hijra memegang kartu identitas dengan gender ‘Other’
Langkah Nepal tersebut jadi pembuka jalan bagi negara-negara di sekitarnya untuk melakukan hal yang sama. Populasi transgender yang cukup besar di wilayah ini mungkin bisa menjelaskan kenapa justru negara-negara Asia Selatan justru terdepan dalam pengakuan identitas transgender. Terutama di India dan Pakistan, kelompok transgender secara historis sudah mengidentifikasi diri sebagai ‘hijra’. Pada tahun 2014 akhirnya pemerintah India mengakui persamaan hak-hak dasar transgender dengan penambahan gender ketiga di dokumen dan urusan resmi negara.

3. Sama seperti India, Pakistan juga mengakui keberadaan hijra ini lho!
Sama seperti di India, kelompok ‘hijra’ dari zaman dulu sudah ada, jumlahnya cukup besar dan tersohor di masyarakat sebagai penari atau performer panggung. Keberadaan mereka secara hukum mulai diakui sejak tahun 2009. Namun nyatanya banyak pasal-pasal yang bahkan belum terealisasi sampai sekarang. Kartu identitas dan hak suara dalam pemilihan baru bagi kelompok yang telah diakui sebagai gender ‘O’ ini, baru terealisasi pada tahun 2013.

Baca Juga :Tradisi Membayar Di Tiap Negara

4. Transgender diakui pemerintah Bangladesh, meski masih juga mendapat diskriminasi
Besarnya populasi ‘hijra’ di Asia Selatan memang jadi tenaga pendorong kuat bagi perjuangan untuk mengakui gender ketiga. Di Bangladesh, upaya tersebut dimulai sejak tahun 2011. Gender ketiga di Bangladesh juga disebut ‘Other’ atau ‘O’. Tapi perlu diingat bahwa pengakuan resmi dengan undang-undang, baik di Nepal, India, Pakistan dan Bangladesh itu, tidak serta merta menghilangkan diskriminasi dalam tatanan sosial. Sayangnya, sampai saat ini kelompok minoritas ini masih jadi salah satu kelompok yang paling termarginalkan dalam masyarakat. Meski diakui secara hukum, tapi masih sering dihujat dan didiskriminasi secara sosial.

5. Isu tentang gender ketiga juga diakui di negara kanguru, Australia
Di Australia, perjuangan persamaan identitas gender ketiga tidak dapat dilepaskan dari sosok ‘Norrie’. Setelah operasi reassignment atau penyesuaian kelamin di tahun 1989, Norrie yang terlahir sebagai pria mulai merasa tidak sesuai menyebut dirinya sebagai pria maupun wanita. Akhirnya pada tahun 2010, Norrie mengajukan perubahan nama dan gender yang disebutnya sebagai ‘non-spesific’ kepada pengadilan.Satu kasus inilah yang memulai gerakan diakuinya gender ketiga di Australia. Pada bulan September 2011, secara resmi individu intersex atau yang berkelamin ganda dapat memilih gendernya sebagai ‘X’ jika tidak ingin disebut pria atau wanita. Namun gender X ini masih tidak berlaku bagi kelompok transgender lain. Transgender yang terlahir dengan alat genital spesifik pria atau wanita, bisa dengan mudah mengganti preferensi gender dari pria ke wanita atau sebaliknya, sesuai keinginan mereka.

Related posts