Negara Dengan Harga Rokok Paling Mahal

Negara Dengan Harga Rokok Paling Mahal

Daftarnegaradidunia.web.id Regulasi terkait industri rokok di dalam negeri maupun internasional makin ketat karena pertimbangan perlindungan konsumen dan kesehatan. Kondisi ini menyebabkan industri rokok nasional tertekan.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri rokok. Selain hal tersebut, kenaikan cukai juga menjadi faktor yang memengaruhi perkembangan industri rokok,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin saat berkunjung ke pabrik PT Gudang Garam Tbk, Kediri, Jawa Timur, kernarin.Untuk itu, pemerintah terus berusaha membuat kebijakan yangdapat diterima oleh semua pihak dan perlu dijalankan sesuai dinamika perkembangan industri ini. Dalam skala nasional, pemerintah menempatkan industri rokok pada posisi strategis dan termasuk dalam Perpres No 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional.

“Industri hasil tembakau dikembangkan dengan tetap memperhatikan keseimbangan kesehatan, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan negara. Industri ini juga kearifan lokal yang telah mampu bersaing dan bertahan,” ungkap Menperin.Sesuai Perpres No 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional, industri hasil tembakau termasuk salah satu industri untuk dikembangkan dengan tetap memperhatikan keseimbangan kesehatan, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan negara.

Tahun lalu penerimaan negara dari cukai rokok mencapai Rplll,4 triliun, meningkat dibanding 2013 sebesar Rp100,7 triliun. Pada 2012 nilai ekspor rokok dan cerutu mencapai USD617,8 juta, pada 2014 meningkat menjadi USD804,7juta atau rata-rata setiap tahun meningkat 14,1%.Selain kontribusi materiil berupa penerimaan negara dari cukai dan lapangan kerja, industri berbahan baku tembakau ini juga diakui Menperin merupakan bagian yang tak topisahkan dari masyarakat Indonesia. “Industri ini melibatkan tenaga kerja hingga 6,1 juta orang. Juga telah menjadi bagian sejarah bangsa dan budaya masyarakat kita, khususnya rokok keretek,” kata Saleh Husin.

Dia menambahkan, industri rokok telah menghasilkan tenaga kerja yang begitu besar sehingga harus didukung agar terus berkelanjutan. “Kita sadari APBN datang dari cukai rokok. Maka (regulasi) kita tidak harus terlalu kencang supaya industri Tanah Air tidak terganggu dan penerimaan negara tetap berjalan sebagaimana mestinya,” lanjutnya.Pangsa pasar saat ini untuk sigaret keretek mesin (SKM) sebesar 66,26%, sigaret keretek tangan (SKT) 26%, sigaretputih mesin (SPM) sebesar 6% dan Iain-lain yaitu klobot, cerutu, klembak menyan, dan sigaret tangan filter sebesar 1,74%.

Direktur Minuman dan Tembakau Ditjen Agro Kementenan Pennduswrian (Kemenperin) Faiz Ahmad mengatakan, Kemenperin telah mengusulkan cukai SKT golongan tiga tidak dinaikkan. “Itu akhirnya diakomodasi Kemenkeu dengan tidak menaikkan (cukai), golongan 3b nol rupiah dan golongan 3a hanya Rp10 per batang,” ungkapnya.Faiz menambahkan, kebijakan itu dilakukan agar bisa mempertahankan industri rokok berbasis SKT yang menyerap banyak tenaga kerja. “Apalagi SKT masih punya pasar,” imbuhnya.

Produksi rokok nasional tahun lalu mencapai 346,3 miliar batang atau mengalami kenaik-an dibandingkan 2013 yang mencapai 346 miliar batang. “Naiknya hanya sedikit karena ada penerapan pajak daerah pertamapada 2014,” tuturnya.Wakil Direktur Sumber Daya Manusia dan Pelayanan Umum PT Gudang Garam (GG) Slamet Budiono mengatakan, GG ingin memperkuat SKTkarena merupakan industri padatkarya. Karena banyak regulasi, SKT sulit bersaing.

“Kita inginnya SKT kuat, SKM kuat, bahkan sebetulnya kami ingin SKT jauh lebih kuat karena padat karya,” kata Slamet Budiono.Dia menambahkan, cukai SKT yang naik setiap tahun mengakibatkan industri rokok mengalami stagnasi. “Penghasilan tidak berkurang, tapiprofit margin berkurang,” sebutnya.Gudang Garam yang berdiri sejak 1958 telah memproduksi 74,475 miliar batang dan penjualan luar negeri sebesar 4,08 miliar batang. Perusahaan ini menyerap tenaga kerja sebanyak 43.000 orang. Menperin berharap, GG mempertahankan produksi kereteknya demi penyerapan tenaga kerja, terutama bagi masyarakat sekitar lingkungan pabrik.

Baca Juga : Negara Dengan Rokok Paling Murah

1. Australia
Negeri Kanguru berada di urutan pertama dengan harga rokok per bungkus termahal di dunia. Untuk satu bungkus rokok disana harga jualnya rata-rata adalah US$20,38 per bungkus atau setara Rp285 ribu (kurs Rp14 ribu).

2. Selandia Baru
Selandia Baru sepertinya tidak bisa jauh dari tetangganya Australia. Harga rokok yang dijual di Selandia Baru adalah sebesar US$18,33 per bungkus atau setara Rp256 ribu. Harga tersebut tidak berbeda jauh dengan yang dijual di Australia.

3. Irlandia
Irlandia ada di tempat ketiga dengan harga rokok per bungkus sebesar US$13,32 per bungkusnya atau setara Rp186.500. Negara ini punya total populasi sekitar 4 juta jiwa.

4. Norwegia
Negara Nordik yang berada di Semenanjung Skandinavia bagian ujung barat yang berbatasan dengan Swedia, Finlandia, dan Rusia ini ada di peringkat keempat setelah Irlandia. Harga jual rokok per bungkusnya tidak berbeda jauh dengan Irlandia yang berada di kisaran US$13,30 atau setara Rp186.200 per bungkusnya.

5. Britania Raya
Britania Raya dianggap sebagai negeri perserikatan (federal) gabungan Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Harga rokok yang dijual di kawasan tersebut adalah sebesar US$12,09 atau setara Rp169 ribu per bungkusnya.

Related posts