Irak (Benua Asia Barat)

Irak (Benua Asia Barat)

Irak (Benua Asia Barat) – negara di Asia Barat, berbatasan dengan Turki di utara, Iran di timur, Kuwait di tenggara, Arab Saudi di selatan, Yordania di barat daya, dan Suriah di barat. Ibukotanya, dan kota terbesar, adalah Baghdad. Irak adalah rumah bagi berbagai kelompok etnis termasuk Arab, Kurdi, Asyur, Turkmenistan, Shabaki, Yazidi, Armenia, Mandean, Sirkasia, dan Kawliya. Sekitar 95% dari 37 juta warga negara itu adalah Muslim, dengan agama Kristen, Yarsan, Yezidisme, dan Mandeanisme juga ada. Bahasa resmi Irak adalah bahasa Arab dan Kurdi.

presiden Irak (Benua Asia Barat)

Irak memiliki garis pantai berukuran 58 km (36 mil) di Teluk Persia utara dan meliputi Dataran Aluvial Mesopotamia, ujung barat laut pegunungan Zagros dan bagian timur Gurun Suriah. Dua sungai besar, Tigris dan Eufrat, mengalir ke selatan melalui Irak dan ke Shatt al-Arab di dekat Teluk Persia. Sungai-sungai ini memberi Irak sejumlah besar tanah subur.

Wilayah antara sungai Tigris dan Efrat, secara historis dikenal sebagai Mesopotamia, sering disebut sebagai tempat lahirnya peradaban. Di sinilah umat manusia pertama kali mulai membaca, menulis, membuat undang-undang dan tinggal di kota-kota di bawah pemerintahan yang terorganisir — terutama Uruk, tempat asal “Irak”. Daerah ini telah menjadi rumah bagi peradaban berturut-turut sejak milenium ke-6 SM. Irak adalah pusat kerajaan Akkadia, Sumeria, Asyur dan Babilonia. Itu juga bagian dari Median, Achaemenid, Hellenistic, Parthian, Sassanid, Roman, Rashidun, Umayyad, Abbasid, Ayyubiyah, Mongol, Safawi, Afsharid, dan Kekaisaran Ottoman.

Baca Juga :
jepang benua asia timur
uni emirat arab benua asia barat
india benua asia selatan

Di zaman Harun ar-Rashid—yang dikenal sebagai “Khalifah yang tidak pernah tidur” karena selalu keliling negerinya di malam hari untuk bertemu dan mendengarkan apa keinginan rakyatnya, kaum intelektual mendapat tempat terhormat. Seni sastra juga berkembang pesat. Di kala itu lahirlah cerita Seribu Satu Malam dan muncul tokoh cerita Aladdin, Ali Baba, dan Sinbad “Si Pelaut”.

Kebudayaan Arab berkembang demikian pesat di zaman Al-Ma’mun (813-833), putra Harun ar-Rashid. Di zaman khalifah inilah dilakukan penerjemahan karya-karya para penulis Yunani. Al-Ma’mun juga mendirikan Darul Hikmah yang mengambil alih peran Universitas Jundaisapur Persia. Segera setelah akademi itu didirikan, Baghdad menjadi pusat ilmu pengetahuan. Perpustakaan di akademi tersebut diperkaya dengan buku-buku terjemahan dari pelbagai bahasa. Para sarjana dari berbagai bangsa dan agama diundang untuk bekerja di akademi tersebut.

Direktur pertama akademi itu adalah Hunain ibn Ishaq yang menerjemahkan karya-karya filsafat dan kedokteran Yunani. Bahkan, mereka juga menerjemahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dari bahasa Yunani ke bahasa Arab. Di zaman itu pula para sarjana di bawah pimpinan Hunain ibn Ishaq melahirkan karya besar, yakni di bidang matematika terutama kalkulus integral. Pakar matematika terkemuka kala itu adalah Abu Ja’far Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi (680-750). Dialah yang menemukan persamaan aljabar dan angka nol. Al-Khawarizmi menulis 10 buku pelajaran matematika. Ia juga menulis buku pelajaran aritmatika yang memperkenalkan angka-angka Hindu ke dunia Arab. Buku-buku itu pula yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, dan kemudian berkembang di daratan Eropa.

Related posts