El Salvador (Amerika Utara)

El Salvador

El Salvador (Amerika Utara) – Sebuah negara di Amerika Tengah yang berbatasan dengan Honduras dan Guatemala. Daerah ini dulunya disebut oleh orang Pipil sebagai “Cuzhcatl”, dalam bahasa Spanyol “Cuzcatlan”, yang dalam bahasa Nahuatl berarti “tanah (tempat benda-benda yang) berharga”

Di awal abad ke-15, conquistador Spanyol berlayar dari Amerika Tengah dari Kepulauan Karibia, saat itu dikenal sebagai koloni Spanyol Baru. Usaha bangsa Spanyol untuk memperluas dominion mereka ke daerah yang akan dikenal sebagai El Salvador terhambat oleh orang Pipil dan lingkungan berpenutur Maya yang lain. Pedro de Alvarado, seorang letnan Hernan Cortés, memimpin usaha pertama oleh angkatan Spanyol pada bulan Juni 1524.

Sejarah

Penduduk asli mengalahkan orang Spanyol dan memaksa mereka mundur ke Guatemala, sehingga diperlukan 2 ekspedisi berikutnya—pertama pada tahun 1525, diikuti oleh kelompok yang lebih kecil pada tahun 1528.

Menjelang akhir 1810, gabungan faktor luar dan dalam memungkinkan kaum elit Amerika Tengah mencoba mendapatkan kemerdekaan dari Spanyol. Faktor-faktor internal itu terutama makin tertariknya kaum elit untuk mengendalikan daerah yang mereka miliki tanpa keterlibatan otoritas Spanyol. Faktor luar adalah keberhasilan revolusi Perancis dan Amerika pada abad ke-18 dan melemahnya kekuatan militer Spanyol karena perang melawan Napoleon dari Perancis. Gerakan kemerdekaan dikonsolidasikan pada tanggal 5 November 1811, saat seorang pendeta El Salvador, Jose Matias Delgado, membunyikan lonceng Iglesia La Merced di San Salvador, menyerukan pemberontakan. Setelah peperangan internal bertahun-tahun, Acta de Independencia (Proklamasi Kemerdekaan) Amerika Tengah ditandatangani di Guatemala pada tanggal 15 September 1821.

Pada tanggal 16 September 1821, Meksiko mendapatkan kemerdekaan sebagai Kekaisaran Meksiko Pertama di bawah kekuasaan Kaisar Agustin de Iturbide, El Salvador dan provinsi di Amerika Tengah lainnya menyatakan kemerdekaan dari Spanyol dan menjadi bagian Kekaisaran Meksiko. Pada tahun 1823, Provincias Unidas del Centro de América dibentuk oleh 5 negara Amerika Tengah di bawah pimpinan Jenderal Manuel José Arce. Saat federasi ini bubar pada tahun 1838, El Salvador menjadi republik merdeka. Sejarah awal El Salvador sebagai negara berdaulat ditandai oleh sejumlah revolusi.

Antara tahun 1872-1898, El Salvador adalah penggerak utama untuk mendirikan kembali federasi tanah genting. Pemerintah El Salvador, Honduras, dan Nikaragua membentuk Republik Besar Amerika Tengah melalui Pakta Amapala pada tahun 1895. Meski Guatemala dan Kosta Rika mempertimbangkan untuk bergabung dengan Republik Besar (yang dinamai kembali Negara Amerika Tengah Serikat saat konstitusinya mulai berlaku pada tahun 1898), tak satupun dari kedua negeri itu yang bergabung. Persatuan ini, yang telah merencanakan untuk mendirikan ibukota di Amapala dekat Golfo de Fonseca, tak selamat dari rampasan kekuasaan di El Salvador pada tahun 1898.

Sejumlah keuntungan sehingga kopi menjadi ekspor monokultur menjadi pendorong proses di mana tanah-tanah terkonsentrasi di tangan oligarki beberapa keluarga. Pergantian presiden dari taraf oligarki El Salvador, baik konservatif dan liberal, sepanjang paruh terakhir abad ke-19 umumnya menyetujui munculnya kopi sebagai hasil bumi utama, pada perkembangan infrastruktur (rel dan fasilitas pelabuhan) terutama dalam mendukung perdagangan kopi, pada penghapusan pemilikan tanah komunal untuk memfasilitasi produksi kopi lebih lanjut, pada bagian hukum anti-pergelandangan untuk memastikan bahwa campesino yang telantar dan penduduk desa menyediakan tenaga kerja yang cukup untuk finca kopi (perkebunan), dan pada peredaman ketidakpuasan desa. Pada tahun 1912, pengawal nasional diciptakan sebagai angkatan polisi desa.

Industri kopi berkembang pesat di El Salvador. Sebagai akibat penyediaan bagian terbesar dukungan keuangan pemerintah oleh kaum elit melalui bea impor pada barang yang diimpor dengan mata uang asing yang diterima penjual kopi. Dukungan ini, berangkaian dengan orang sederhana dan mekanisme korupsi biasa, memastikan penanam kopi kebanjiran pengaruh dengan pemerintahan.

Sejarah awal El Salvador sebagai negara merdeka—seperti yang lainnya di Amerika Tengah—ditandai oleh sejumlah revolusi; tak sampai periode 1900-30 keadaan yang relatif stabil tercapai. Elit ekonomi, berdasarkan pada pertanian dan beberapa pertambangan, menguasai negeri ini bersama dengan militer.

Baca Juga :

Ekonominya yang berbasis pada penanaman kopi setelah pertengahan abad ke-19, karena pasaran dunia untuk nila memburuk, membaik atau memburuk karena harga kopi dunia mengalami fluktuasi. Dari tahun 1931—tahun kudeta di mana Jend. Maximiliano Hernández Martínez naik tahta hingga dijatuhkan tahun 1944 ada penindasan perlawanan desa yang brutal. Peristiwa paling penting adalah huru-hara petani El Savador 1932, biasa disebut sebagai La Matanza (pembantaian), dikepalai oleh Farabundo Martí dan pembalasan yang dipimpin oleh pemerintahan Martínez, di mana sekitar 30.000 penduduk asli dan TaPol dibunuh, dipenjara, atau dibuang. Hingga tahun 1980, semua kecuali seorang presiden El Salvador adalah perwira pasukan. PilPres periodik jarang JurDil dan oligarki dengan persekutuan bersama angkatan militer menguasai negeri. Seperti negara Amerika Latin lainnya, ketidakseimbangan ini menimbulkan perlawanan petani pada kaum oligarki, yang menletuskan Perang Saudara El Salvador (1980-1992), sebagian besar revolusi petani. Pemerintah militer, didominasi oleh partai Alianza Republicana Nacionalista (ARENA, atau Aliansi Republikan Nasionalis) yang didirikan oleh Mayor Roberto D’Aubuisson dan diboncengi oleh AS, bertanggung jawab untuk kematian lebih dari 75.000 jiwa. Kejahatan perang oleh gerilyawan revolusioner, yang menerima bantuan Uni Soviet, tidak umum, namun jumlah korbannya kurang dari ribuan yang dibunuh oleh militer. Kejahatan perang pemerintah, seperti Pembantaian El Mozote, dan pembunuhan misionaris Katolik dan pekerja bantu keagamaan lain, seperti Jean Donovan, oleh regu kematian yang berhubungan dengan pemerintah menyebabkan kemarahan internasional. Pada tahun 1984 pengamat internasional menyaksikan Napoleon Duarte yang beraliran tengah dipilih sebagai presiden dan PemilU yang diboikot secara kekerasan oleh anggota pembangkang. Meskipun terdapat usaha penciptaan perdamaian oleh pemerintahan demokratis, revolusi petani berlanjut hingga perjanjian perdamaian ditandatangani pada bulan Januari 1992. Faksi-faksi gerilyawan yang berbeda membentuk Frente Farabundo Martí para la Liberación Nacional party (FMLN) untuk mendapatkan kedudukan melalui PemilU demokratis. Sejak itu, secara bertahap FMLN mendapatkan perwakilan, khususnya dalam Majelis Legislatif dan pemerintahan setempat.

Pada tahun 1998, El Salvador menjadi salah satu dari 3 negara dunia di mana aborsi ilegal tanpa kecuali, bersama dengan Cili dan Nikaragua.

Related posts